Selasa, 19 November 2013


1. Jenis – jenis Kemanan Internet

  • Keamanan fisik

Keamanan fisik tidak kalah penting dari keamanan cyber karena kejahatan dalam bentuk fisik dapat berakibat fatal terhadap sebuah sistem. Keamanan fisik lebih ditekankan pada hardware. Contoh pengamanan fisik adalah menggunakan kunci atau gembok pada perangkat keras yang dipakai ataupun penjagaan ketat terhadap perangkat keras server.

  • Keamanan jaringan

Keamanan jaringan adalah mencegah para pengguna yang tidak berhak menggunakan jaringan yang dimiliki. Contoh pengamanan jaringan adalah dengan menggunakan firewall ataupun proxy yang digunakan untuk mem filter user yang akan menggunakan jaringan.

  • Otorisasi akses

Otoritasi akses adalah penggunaan password atau kata sandi jika kita ingin mengakses sesuatu. Otoritasi sudah banyak diterapkan pada berbagai sistem baik di dalam Personal Computer (PC) maupun di handphone. Penggunaan keamanan otorisasi akses sangat simple namun dapat menangkal dengan efektif pengguna yang tidak berhak yang mencoba mengakses sebuah sistem.

  • Proteksi Virus

Virus merupakan ancaman keamanan yang tidak bisa kita remehkan. Virus memiliki banyak karakteristik dan mampu menghancurkan data-data penting bahkan sistem yang ada. Karena itu proteksi terhadap virus ini sangat penting. Salah satu cara yang mudah menangkal virus adalah menggunakan software antivirus dan berhati – hati jika kita memindahkan data dari media penyimpanan.

  • Penanganan benacana

Penanganan bencana adalah perencanaan langkah-langkah yang akan diambil jika terjadi bencana yang mengakibatkan rusaknya sebuah sistem dan hilangnya data-data penting.



2. Kelebihan dan Kekurangan Keamanan Internet


Seorang penjahat komputer (cracker) yang berkebangsaan Indonesia, berada di Australia, mengobrak-abrik server di Amerika, yang ditempati (hosting) sebuah perusahaan Inggris. Hukum mana yang akan dipakai untuk mengadili kejahatan cracker tersebut? Contoh kasus yang mungkin berhubungan adalah adanya hacker Indonesia yang tertangkap di Singapura karena melakukan cracking terhadap sebuah server perusahaan di Singapura. Dia diadili dengan hukum Singapura karena kebetulan semuanya berada di Singapura

Nama domain (.com, .net, .org, .id, .sg, dan seterusnya) pada mulanya tidak memiliki nilai apa-apa. Akan tetapi pada perkembangan Internet, nama domain adalah identitas dari perusahaan. Bahkan karena dominannya perusahaan Internet yang menggunakan domain ".com" sehingga perusahaan-perusahaan tersebut sering disebut perusahaan "dotcom". Pemilihan nama domain sering berbernturan dengan trademark, nama orang terkenal, dan seterusnya. Contoh kasus adalah pendaftaran domain JuliaRoberts.com oleh orang yagn bukan Julia Roberts. (Akhirnya pengadilan memutuskan Julia Roberts yang betulan yang menang.) Adanya perdagangan global, WTO, WIPO, dan lain lain membuat permasalahan menjadi semakin keruh. Trademark menjadi global

Pajak (tax) juga merupakan salah satu masalah yang cukup pelik. Dalam transaksi yang dilakukan oleh multi nasional, pajak mana yang akan digunakan? Seperti contoh di atas, server berada di Amerika, dimiliki oleh orang Belanda, dan pembeli dari Rusia. Bagaimana dengan pajaknya? Apakah perlu dipajak? Ada usulan dari pemerintah Amerika Serikat dimana pajak untuk produk yang dikirimkan (delivery) melalui saluran Internet tidak perlu dikenakan pajak. Produk-produk ini biasanya dikenal dengan istilah "digitalized products", yaitu produk yang dapat di-digital-kan, seperti musik, film, software, dan buku. Barang yang secara fisik dikirimkan secara konvensional dan melalui pabean, diusulkan tetap dikenakan pajak.
Tahun 1996, U.S. Federal Computer Incident Response Capability (FedCIRC) melaporkan bahwa lebih dari 2500 “insiden” di sistem komputer atau jaringan komputer yang disebabkan oleh gagalnya sistem keamanan atau adanya usaha untuk membobol sistem keamanan.

Juga di tahun 1996, FBI National Computer Crimes Squad, Washington D.C., memperkirakan kejahatan komputer yang terdeteksi kurang dari 15%, dan hanya 10% dari angka itu yang dilaporkan.
Sebuah penelitian di tahun 1997 yang dilakukan oleh perusahaan Deloitte Touch Tohmatsu menunjukkan bahwa dari 300 perusahaan di Australia, 37% (dua diantara lima) pernah mengalami masalah keamanan sistem komputernya.

Penelitian di tahun 1996 oleh American Bar Association menunjukkan bahwa dari 1000 perusahaan, 48% telah mengalami “computer fraud” dalam kurun lima tahun terakhir.

Di Inggris, 1996 NCC Information Security Breaches Survey menunjukkan bahwa kejahatan komputer menaik 200% dari tahun 1995 ke 1996. Survey ini juga menunjukkan bahwa kerugian yang diderita rata-rata US $30.000 untuk setiap insiden. Ditunjukkan juga beberapa organisasi yang mengalami kerugian sampai US $1.5 juta.

FBI melaporkan bahwa kasus persidangan yang berhubungan dengan kejahatan komputer meroket 950% dari tahun 1996 ke tahun 1997, dengan penangkapan dari 4 ke 42, dan terbukti (convicted) di pengadilan naik 88% dari 16 ke 30 kasus.

John Howard dalam penelitiannya di CERT yang belokasi di Carnegie Mellon University mengamati insiden di Internet yang belangsung selama kurun waktu 1989 sampai dengan 1995. Hasil penelitiannya antara lain bahwa setiap domain akan mengalami insiden sekali dalam satu tahun dan sebuah komputer (host) akan mengalami insiden sekali dalam 45 tahun.

Winter 1999, Computer Security Institute dan FBI melakukan survey yang kemudian hasilnya diterbitkan dalam laporannya. Dalam laporan ini terdapat bermacam-macam statistik yang menarik, antara lainbahwa 62% responden merasa bahwa pada 12 bulan terakhir ini ada
Keamanan Sistem Informasi Berbasis Internet - Budi Rahardjo 7 Beberapa Statistik Sistem Keamanan penggunaan sistem komputer yang tidak semestinya (unauthorized use), 57% merasa bahwa hubungan ke Internet merupakan sumber serangan, dan 86% merasa kemungkinan serangan dari dalam (disgruntled employees) dibandingkan dengan 74% yang merasa serangan dari hackers.

Jumlah kelemahan (vulnerabilities) sistem informasi yang dilaporkan ke Bugtraq meningkat empat kali (quadruple) semenjak tahun 1998 sampai dengan tahun 2000. Pada mulanya ada sekitar 20 laporan menjadi 80 setiap bulannya1.

Pada tahun 1999 CVE2 (Common Vulnerabilities and Exposure) mempublikasikan lebih dari 1000 kelemahan sistem. CVE terdiri dari 20 organisasi security (termasuk di dalamnya perusahaan security dan institusi pendidikan).

Juli 2001 muncul virus SirCam dan worm Code Red (dan kemudian Nimda) yang berdampak pada habisnya bandwidth. Virus SirCam mengirimkan file-file dari disk korban (beserta virus juga) ke orangorang yang pernah mengirim email ke korban. Akibatnya file-file rahasia korban dapat terkirim tanpa diketahui oleh korban. Di sisi lain, orang yang dikirimi email ini dapat terinveksi virus SirCam ini dan juga merasa “dibom” dengan email yang besar-besar. Sebagai contoh, seorang kawan penulis mendapat “bom” email dari korban virus SirCam sebanyak ratusan email (total lebih dari 70 MBytes). Sementara itu worm Code Red menyerang server Microsoft IIS yang mengaktifkan servis tertentu (indexing). Setelah berhasil masuk, worm ini akan melakukan scanning terhadap jaringan untuk mendeteksi apakah ada server yang bisa dimasuki oleh worm ini. Jika ada, maka worm dikirim ke server target tersebut. Di server target yang sudah terinfeksi tersebut terjadi proses scanning kembali dan berulang. Akibatnya jaringan habis untuk saling scanning dan mengirimkan worm ini. Dua buah security hole ini dieksploit pada saat yang hampir bersamaan sehingga beban jaringan menjadi lebih berat.


Referensi  :

 

Judul
Teknik Cepat Memahami Keamanan Komputer dan Internet
No. ISBN
9789792770537
Penulis
-
Penerbit
Elex Media Komputindo
Tanggal terbit
24 - 03 - 2010 
Jumlah Halaman
80
Berat Buku
-
Jenis Cover
Soft Cover 
Dimensi(L x P)
-
Kategori
Internet 
Bonus
Text Bahasa
Indonesia
Lokasi Stok
-

Sinopsis Buku:


Perkembangan internet sangat pesat, hingga saat ini pengguna internet telah mencapai lebih dari 1,6 milyar pengguna. Internet telah menjadi rujukan pertama bagi orang-orang yang haus akan informasi. Internet juga menjadi ladang empuk bagi para penjahat unuk melancarkan aksinya. Pencurian data merupakan masalah yang sangat serius, rata-rata data yang dicuri merupakan data yang sangat pribadi dan sangat rahasia seperti akun Internet Banking, email dan kartu kredit, bahkan seorang pegawai pertahanan AS pernah menjadi korbannya.

Kejahatan terhadap anak di bawah umur pun semakin merajalela di internet. Dari kasus remaja putri yang dibawa lari pacarnya sampai penjualan anak di bawah umur. Kejadian itu rata-rata terjadi karena kurangnya pengawasan orang tua tehadap anak ketika menggunakan komputer dan internet, serta kurangnya pengetahuan orang tua di dunia teknologi dan informasi. Buku ini akan membahas fitur-fitur keamanan yang terdapat pada sistem operasi Windows seperti Internet Explorer 8 yang dilengkapi anti phishing, anti malware, dan InPrivate Browsing.

Pada Windows Vista dan Windows 7 ditambahkan fitur BitLocker yang digunakan untuk mengenkripsi data dan Windows Parental Control yang dapat digunakan untuk mengontrol anak-anak ketika menggunakan komputer dan internet. Selain itu dibahas juga Microssoft Security Essential (anti virus gratis keluaran Microsoft), Malicious Software Removal Tool, AppLocker pada Windows 7 untuk menghalau aplikasi portable, dan aplikasi-aplikasi keamanan lainya.


sumber :

http://dwitri.wordpress.com/2010/06/07/jenis-jenis-keamanan-internet/

http://www.bukabuku.com/browse/bookdetail/68159/teknik-cepat-memahami-keamanan-komputer-dan-internet.html

http://cyberteamworkhelena.blogspot.com/2010/09/masalah-keamanan-internet-network.html

1. Pengertian Jaringan Nirkabel

Teknologi jaringan nirkabel sebenarnya terbentang luas mulai dari komunikasi suara sampai dengan jaringan data, yang mana membolehkan pengguna untuk membangun koneksi nirkabel pada suatu jarak tertentu. Ini termasuk teknologi infrared, frekuensi radio dan lain sebagainya. Peranti yang umumnya digunakan untuk jaringan nirkabel termasuk di dalamnya adalah komputer, komputer genggam, PDA, telepon seluler, tablet PC dan lain sebagainya. Teknologi nirkabel ini memiliki kegunaan yang sangat banyak. Contohnya, pengguna bergerak bisa menggunakan telepon seluler mereka untuk mengakses e-mail. Sementara itu para pelancong dengan laptopnya bisa terhubung ke internet ketika mereka sedang di bandara, kafe, kereta api dan tempat publik lainnya. Di rumah, pengguna dapat terhubung ke desktop mereka (melalui bluetooth) untuk melakukan sinkronisasi dengan PDA-nya.



2. Sejarah

Kali ini saya akan share tentang sejarah jaringa nikabel Dalam beberapa tahun terakhir telah terjadi proliferasi jaringan nirkabel. Hal ini disebabkan beberapa alasan, seperti gaya hidup saat ini, kebutuhan untuk mempertahankan konektivitas ke jaringan lokal atau Internet terus menerus, dukungan untuk mobilitas, fleksibilitas, dll.Munculnya jaringan nirkabel menawarkan banyak keuntungan selain yang dilaporkan sebelumnya. 

Diantaranya adalah kompatibilitas dengan jaringan kabel yang ada, kemudahan instalasi, pengurangan biaya, kemudahan manajemen, skalabilitas, kemampuan untuk melintasi hambatan fisik, dll. Tapi keberadaannya merupakan hasil kerja jauh lebih mudah untuk memahami bagaimana kita punya jaringan WI-FI saat ini, lebih baik kita ke sumber komunikasi nirkabel.Asal Usul komunikasi nirkabelUntuk berbicara tentang sejarah jaringan nirkabel 1880 kita mengambang di tahun ini, dan musim panas Tainter Graham Bell menemukan perangkat komunikasi nirkabel pertama, foto-telepon. Foto-ponsel memungkinkan transmisi suara melalui emisi cahaya, tetapi tidak terlalu berhasil karena pada waktu itu belum disalurkan lampu listrik dan lampu pertama kali ditemukan tahun sebelumnya.Diagram fungsional dari foto-teleponPada tahun 1888 fisikawan Jerman Rudolf Hertz membuat transmisi nirkabel pertama dengan gelombang elektromagnetik oleh osilator digunakan sebagai pemancar resonator dan bermain penerima. Enam tahun kemudian, gelombang radio dan alat komunikasi. Pada tahun 1899 Guglielmo Marconi komunikasi nirkabel berhasil melewati Selat Inggris antara Dover dan Wilmereux dan, pada tahun 1907, pesan lengkap pertama ditransmisikan melintasi Atlantik. 

Selama Perang Dunia II ledakan penelitian di bidang ini.LAN nirkabel PertamaIa tidak sampai tahun 1971 ketika sekelompok peneliti di bawah pimpinan Norman Abramson, University of Hawaii, menciptakan paket sistem switching pertama melalui jaringan radio komunikasi, jaringan disebut ALOHA. Ini adalah jaringan area lokal nirkabel pertama (WLAN), terdiri dari tujuh komputer yang terletak di pulau yang berbeda yang dapat berkomunikasi dengan komputer pusat yang diminta untuk melakukan perhitungan. Salah satu masalah pertama yang Anda miliki dan jenis baru jaringan diciptakan akses media kontrol (MAC), yaitu protokol untuk stasiun yang berbeda menyimpan pesan mereka saling tumpang tindih. Pada awalnya diselesaikan dengan membuat stasiun mengeluarkan flash dalam frekuensi yang berbeda dari sisa komputer sementara dia bebas, sehingga ketika salah satu stasiun lain adalah tentang untuk lulus, sebelum "mendengarkan" dan memastikan bahwa tanaman itu memancarkan sinyal ini, kemudian mengirim pesan Anda, ini dikenal sebagai CSMA (Carrier Sense Multiple Access)



3. Perkembangan Jaringan Nirkabel

Teknologi komunikasi seakan benda hidup yang selalu tumbuh dan berkembang tiada titik jenuh untuk mengalami peningkatan dari waktu ke waktunya. Dimulai dari alat yang tradisional untuk berkomunikasi seperti surat dan telegram lama-kelamaan beralih ke benda yang dikenal dengan telepon. Sepertinya manusia juga tak pernah puas untuk mengembangkan kemampuannya, muncullah benda yang lebih mutakhir dan dapat mempermudah segala proses komunikasi dengan orang lain seperti benda kecil dan ringan yang ada dalam genggaman kita yang dapat dibawa kemana saja yaitu handphone atau telepon seluler.

Kalau diingat-ingat lagi dulu di sepanjang jalan berderet telepon umum atau wartel, tapi sekarang semenjak kehadiran telepon seluler semua sarana tersebut sudah tidak digunakan lagi karena kebanyakan orang sudah beralih pada ‘si mungil’ lengkap dengan teknologi wirelessnya. Wireless (teknologi berbasis gelombang radio) inilah yang menjadikan telepon seluler menjadi alat penyalur informasi tanpa menggunakan kabel. Wirelessadalah teknologi yang tidak lagi menggunakan kabel. Coba bayangkan kalau kita masih menggunakan telepon kabel? Akankah kita kemana-mana membawa telepon beserta kabelnya? Atau dapatkah kita menghubungi kerabat kita jika kita berada di puncak gunung tanpa harus membawa sambungan kabel?

Telepon genggam juga tidak luput dari perkembangan, dimulai dari Advanced Mobile Phone Services(AMPS) menjadi generasi pertama (1G) yang diciptakan dan diujicobakan di awal tahun 1980an. AMPS merupakan teknologi yang ditujukan untuk layanan telepon selular karena menggunakan energi yang lebih sedikit, akses lebih cepat, dan menggunakan kembali frekuensi pada bandwidthyang sesuai. Untuk base stasion receiving AMPS bekerja di frekuensi 800 MHz, 821 – 849 MHz sedangkan  base station transmitting pada 869 – 894 MHZ. Namun sayang, para ahli tidak memperkirakan permintaan pasar yang tinggi terhadap teknologi ini. Pengguna semakin banyak namun frekuensi tidak dapat bertambah, akibatnya banyak pengguna yang kesulitan mendapatkan sinyal dan malah selalu mendapat sinyal sibuk terutama di daerah metropolitan karena AMPS masih menggunakan teknologi analog.

Selanjutnya berkembang frequency division multiple access (FDMA) yang menggunakan teknologi akses ganda (multiple acsess technologies) dimana membagi spektrum gelombang sehingga masing-masing pengguna diberikan frekuensi tertentu. FDMA memang fungsional dalam teknologi telepon seluler tapi dianggap tidak efisien dalam menggunakan spektrum karena satu pengguna memakan satu slot frekuensi selama melakukan panggilan. Selanjutnya FDMA lebih digunakan dalam gelombang mikro dan transmisi satelit saja dan digantikan oleh teknologi TDMA (Time Division Multiple Access) yang dapat menggunakan frekuensi yang lebih besar. Pengguna dipisahkan berdasarkan waktu panggilan. Jika dalam FDMA spektrum gelombang dibagi ke dalam kanal-kanal frekuensi yang di setiap kanal dibagi lagi menjadi slot waktu sekitar 10 m/s. Di TDMA, data dari setiap hubungan komunikasi itu akan diubah ke dalam format digital lalu data cuplikan tersebut mendapat slot waktu pengiriman pada kanal sekitar 30 m/s. Dengan kemampuan ini, TDMA dapat melayani pengguna tiga sampai lima kali lipat lebih banyak daripada FDMA. TDMA biasanya digunakan pada jaringan GSM (Global System for Mobile Communication) dimana penggunanya dapat bepergian dari satu negara ke negara lainnya tanpa khawatir mengalami masalah koneksi telepon seluler.

Meskipun GSM sebenarnya dianggap sudah canggih namun, ada kesenjangan antara Eropa dan Amerika dalam mengembangkan aplikasi nirkabel. Amerika Serikat tidak ingin mengaplikasikan GSM karena sindrom NIH (not invented here). Semakin berkembang lagi, dikenal istilah General Packet Radio Service atau GPRS yang memungkinkan pengiriman dan penerimaan data lebih cepat dan bandwidthyang besar daripada teknologi Circuit Switch Data atau CSD dengan biaya yang lebih murah. GPRS berbasis pada GSM dan menyediakan konektivitas internet dari telepon seluler. Komponen-komponen utama jaringan GPRS adalah GGSN yang menghubungkan jaringan GSM ke jaringan internet, SGSN sebagai penghubung jaringan BSS/BTS ke jaringan GPRS serta PCU yaitu komponen di level BSS yang menghubungkan terminal ke jaringan GPRS, EDGE atau Enhanced Data rates for GSM Environment, adalah teknologi pengembangan dari teknologi GSM dan GPRS. Dari segi jaringan intinya, EDGE dan GPRS menggunakan peralatan dan protokol yang sama namun, hanya berbeda dari segi radio aksesnya saja. Teknologi ini menyampaikan data dengan cepat, berkisar sampai 384 kbps dan menawarkan bandwidth yang berbeda sesuai dengan permintaan.

Di sisi lain, teknologi akses ganda yang dianggap paling canggih saat ini adalah code division multiple access (CDMA) yang dikembangkan oleh Qualcomm. Awalnya dirancang untuk alat komunikasi kemiliteran seperti untuk komunikasi yang aman dan rahasia di medan perang. Prinsip dari CDMA adalah meskipun pengguna berada dalam segmen waktu dan frekuensi yang sama (tidak dibagi ke dalam kanal), namun setiap pengguna dibedakan dengan kode-kode orthogonaltertentu yang sifatnya untik dan khas. Diibaratkan kita berada dalam keramaian dimana semua orang berbicara dalam waktu yang sama. Namun hanya kita dan teman kita saja yang bahasanya sama, jadi kita tetap dapat leluasa berbicara tanpa merasa terganggu dengan keramaian yang ada. Dengan kata lain, pengguna CDMA hanya dapat menerima sinyal dari orang yang dituju. CDMA memiliki kapasitas pengguna lima sampai tujuh kali lebih besar daripada TDMA dan dua puluh lima kali lebih besar daripada FDMA dengan bandwidth yang sama.



4. Jenis – jenis Jaringan Nirkabel

Sama halnya seperti jaringan yang berbasis kabel, maka jaringan nirkabel dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa tipe atau Jenis – jenis yang berbeda berdasarkan pada jarak dimana data dapat ditransmisikan.

--Wireless Wide Area Networks (WWANs)--
Teknologi WWAN memungkinkan pengguna untuk membangun koneksi nirkabel melalui jaringan publik maupun privat. Koneksi ini dapat dibuat mencakup suatu daerah yang sangat luas, seperti kota atau negara, melalui penggunaan beberapa antena atau juga sistem satelit yang diselenggarakan oleh penyelenggara jasa telekomunikasinya. Teknologi WWAN saat ini dikenal dengan sistem 2G (second generation). 

Inti dari sistem 2G ini termasuk di dalamnya Global System for Mobile Communications (GSM), Cellular Digital Packet Data (CDPD) dan juga Code Division Multiple Access (CDMA). Berbagai usaha sedang dilakukan untuk transisi dari 2G ke teknologi 3G (third generation) yang akan segera menjadi standar global dan memiliki fitur roaming yang global juga. ITU juga secara aktif dalam mempromosikan pembuatan standar global bagi teknologi 3G.


--Wireless Metropolitan Area Networks (WMANs)--
Teknologi WMAN memungkinkan pengguna untuk membuat koneksi nirkabel antara beberapa lokasi di dalam suatu area metropolitan (contohnya, antara gedung yang berbeda-beda dalam suatu kota atau pada kampus universitas), dan ini bisa dicapai tanpa biaya fiber optic atau kabel tembaga yang terkadang sangat mahal. Sebagai tambahan, WMAN dapat bertindak sebagai backup bagi jaringan yang berbasis kabel dan dia akan aktif ketika jaringan yang berbasis kabel tadi mengalami gangguan. WMAN menggunakan gelombang radio atau cahaya infrared untuk mentransmisikan data. 

Jaringan akses nirkabel broadband, yang memberikan pengguna dengan akses berkecepatan tinggi, merupakan hal yang banyak diminati saat ini. Meskipun ada beberapa teknologi yang berbeda, seperti multichannel multipoint distribution service (MMDS) dan local multipoint distribution services (LMDS) digunakan saat ini, tetapi kelompok kerja IEEE 802.16 untuk standar akses nirkabel broadband masih terus membuat spesifikasi bagi teknologi-teknologi tersebut.


--Wireless Local Area Networks (WLANs)--
Teknologi WLAN membolehkan pengguna untuk membangun jaringan nirkabel dalam suatu area yang sifatnya lokal (contohnya, dalam lingkungan gedung kantor, gedung kampus atau pada area publik, seperti bandara atau kafe). WLAN dapat digunakan pada kantor sementara atau yang mana instalasi kabel permanen tidak diperbolehkan. Atau WLAN terkadang dibangun sebagai suplemen bagi LAN yang sudah ada, sehingga pengguna dapat bekerja pada berbagai lokasi yang berbeda dalam lingkungan gedung. WLAN dapat dioperasikan dengan dua cara. Dalam infrastruktur WLAN, stasiun wireless (peranti dengan network card radio atau eksternal modem) terhubung ke access point nirkabel yang berfungsi sebagai bridge antara stasiun-stasiun dan network backbone yang ada saat itu. 

Dalam lingkungan WLAN yang sifatnya peer-to-peer (ad hoc), beberapa pengguna dalam area yang terbatas, seperti ruang rapat, dapat membentuk suatu jaringan sementara tanpa menggunakan access point, jika mereka tidak memerlukan akses ke sumber daya jaringan.Pada tahun 1997, IEEE meng-approve standar 802.11 untuk WLAN, yang mana menspesifikasikan suatu data transfer rate 1 sampai 2 megabits per second (Mbps). Di bawah 802.11b, yang mana menjadi standar baru yang dominan saat ini, data ditransfer pada kecepatan maksimum 11 Mbps melalui frekuensi 2.4 gigahertz (GHz). Standar yang lebih baru lainnya adalah 802.11a, yang mana menspesifikasikan data transfer pada kecepatan maksimum 54 Mbps melalui frekuensi 5 GHz.


--Wireless Personal Area Networks (WPANs)--
Teknologi WPAN membolehkan pengguna untuk membangun suatu jaringan nirkabel (ad hoc) bagi peranti sederhana, seperti PDA, telepon seluler atau laptop. Ini bisa digunakan dalam ruang operasi personal (personal operating space atau POS). Sebuah POS adalah suatu ruang yang ada disekitar orang, dan bisa mencapai jarak sekitar 10 meter. Saat ini, dua teknologi kunci dari WPAN ini adalah Bluetooth dan cahaya infra merah. Bluetooth merupakan teknologi pengganti kabel yang menggunakan gelombang radio untuk mentransmisikan data sampai dengan jarak sekitar 30 feet. 

Data Bluetooth dapat ditransmisikan melewati tembok, saku ataupun tas. Teknologi Bluetooth ini digerakkan oleh suatu badan yang bernama Bluetooth Special Interest Group (SIG), yang mana mempublikasikan spesifikasi Bluetooth versi 1.0 pada tahun 1999. Cara alternatif lainnya, untuk menghubungkan peranti dalam jarak sangat dekat (1 meter atau kurang), maka user bisa menggunakan cahaya infra merah.Untuk menstandarisasi pembangunan dari teknologi WPAN, IEEE telah membangun kelompok kerja 802.15 bagi WPAN. Kelompok kerja ini membuat standar WPAN, yang berbasis pada spesifikasi Bluetooth versi 1.0. Tujuan utama dari standarisasi ini adalah untuk mengurangi kompleksitas, konsumsi daya yang rendah, interoperabilitas dan bisa hidup berdampingan dengan jaringan 802.11.


Referensi  :



Judul
Optimalisasi Jaringan Komputer Kabel & Nirkabel
No. ISBN
9792931678
Penulis
-
Penerbit
Andy Publisher
Tanggal terbit
00 - 09 - 2012
Jumlah Halaman
152
Berat Buku
-
Jenis Cover
Soft Cover 
Dimensi(L x P)
-
Kategori
Jaringan
Bonus
Text Bahasa
Indonesia
Lokasi Stok
-


Sinopsis Buku:

Tujuan utama pembuatan sebuah jaringan komputer adalah untuk transfer informasi dan saling berbagi sumber daya (resource sharing) sehingga dapat menghapus masalah jarak antarkom¬puter. Selain itu, keuntungan yang bisa diperoleh dengan menggunakan jaringan komputer antara lain berkaitan dengan ketahanan data. Artinya adalah data dapat disalin ke komputer lain dan dikumpulkan dalam satu kom-puter sehingga data dapat diorganisasi lebih teratur.Risiko data tersebut hilang atau tercecer pada komputer lainnya juga dapat dicegah. Oleh karenanya, topik berkaitan dengan optimalisasi jaringan komputer merupakan hal yang penting sehingga akan menjamin peng¬gunaan jaringan komputer secara maksimal.

Buku Top Tips dan Trik Optimalisasi Jaringan Komputer ini secara praktis akan membahas berbagai tips bermanfaat yang bisa Anda terapkan pada sebuah jaringan komputer, baik yang menggunakan kabel atau nirkabel. Dengan menerapkan tips berikut, diharapkan pe¬manfaatan jaringan komputer akan lebih maksimal.

Lebih lengkap, buku ini akan membahas:

• Optimalisasi Jaringan Kabel.

• Optimalisasi Jaringan Wireless.

• Optimalisasi Menggunakan Software Jaringan.


Sumber :

www.sony-ak.com
http://www.bukabuku.com/browse/bookdetail/2010000003220/top-tips-trik-optimalisasi-jaringan-komputer-kabel-nirkabel.html
http://bineribiner.blogspot.com/2012/09/perkembangan-jaringan-nirkabel.html

Senin, 11 November 2013

1. Pengertian Cloud Computing (Komputerisasi Awan)

Banyak orang awam yang mungkin bertanya-tanya, mengapa internet selalu digambarkan sebagai awan (Cloud) oleh para ahli, dan kenapa tidak digambarkan sebagai benda lainnya seperti Bumi kita? Kan lebih masuk akal jika internet digambarkan sebagai Bumi kita karena pengguna terbesar jaringan internet adalah orang-orang yang tinggal & hidup dibumi.

Pendapat saya mengapa internet selalu digambarkan sebagai awan (Cloud)? karena pada awal muncul dan berkembangnya internet sampai saat ini, tidak semua orang dapat menikmati layanan internet terutama orang yang tinggal didaerah terpencil kalaupun mau menikmati layanan internet penggunanya perlu merogoh kocek lebih dalam hal ini dikarenakan belum adanya penyedia layanan internet (ISP atau Internet Service Provider) seperti pada kota-kota besar yang menyediakan layanan internet dengan harga yang relatif terjangkau. Hal ini sama seperti sifat awan yang tidak sepenuhnya menutupi dan melindungi bumi kita dari teriknya sinar matahari.

Selain itu akhir-akhir ini muncul istilah Cloud Computing (diartikan dalam bahasa Indonesia : Komputerisasi Awan), yang tentunya membuat orang awam makin bingung lagi. Apakah Cloud Computing itu sebenarnya? Siapa yang mengembangkannya dan apakah Cloud Computing bertujuan untuk penggunaan komputer sehari-hari? Jawabannya Konsep awan adalah sederhana yaitu satu cara untuk mengakses data dan applikasi yang anda miliki darimanapun, melalui Internet (atau "awan"). Komputasi awan mulai mengambil alih seluruh dunia, atau paling tidak mungkin menggantikan pandangan Microsoft tentang Internet. “Sebuah karakteristik yang paling penting dari awan adalah abstraksi perangkat keras (hardware) dari sebuah layanan atau jasa”, kata John Willis yang disebut sebagai pakar cloud-computing dan blogger, Menjelaskan bahwa lokasi dari server adalah tidak sepenting dan semudah akses ke suatu data. “Bagaimanapun kamu mendefinisikannya, saya berpikir teknologi awan akan mempunyai sebuah jejak pada tiap-tiap bisnis yang akan dilakukan IT pada lima tahun berikutnya.” ujarnya. Menurut sebuah makalah tahun 2008 yang dipublikasikan IEEE Internet Computing “ Cloud Computing adalah suatu paradigma dimana informasi secara permanen tersimpan di server melalui internet dan tersimpan secara sementara di komputer pengguna (client) termasuk didalamnya desktop, komputer tablet, notebook, handheld dan lain-lain”

Ada pula orang awam yang bertanya apa hubungannya Cloud Computing dengan perkembangan teknologi internet? Menurut beberapa sumber yang saya peroleh, Cloud computing pada dasarnya adalah menggunakan Internet-based service untuk meng-support business process. Cloud service biasanya memiliki beberapa karakteristik, diantaranya adalah: Sangat cepat di deploy, sehingga cepat berarti instant untuk implementasi.
Nantinya biaya start-up teknologi ini mungkin akan sangat murah atau tidak ada dan juga tidak ada investasi kapital.

  • Biaya dari service dan pemakaian akan berdasarkan komitmen yang tidak fix.

  • Service ini dapat dengan mudah di upgrade atau downgrade dengan cepat tampa adanya Penalty.

  • Service ini akan menggunakan metode multi-tenant (Banyak customer dalam 1 platform).

  • Kemampuan untuk meng customize service akan menjadi terbatas.


Pada nantinya seiring dengan perkembangan teknologi diseluruh dunia semua komputer akan terhubung dalam sebuah jaringan internet dimana pengguna internet (User) tidak lagi perlu dipusingkan dengan masalah utama software (Perangkat lunak) seperti terkena virus, worm, dan spyware. Maupun masalah hardware (Perangkat keras) seperti kapasitas hard disk dan memori yang terbatas. Karena, dimasa yang akan datang pengguna (User) tidak perlu lagi diinstal berbagai jenis software kedalam sistem operasi kita yg tentunya memakai kapasitas hard disk yg tidak sedikit pula. Belum lagi adanya ancaman seperti virus, worm, dan spyware maupun kerusakan pada harddisk dan memori yang tentunya bagi orang awam hal ini merupakan masalah utama bagi mereka. Dengan adanya sistem Cloud Computing, pengguna (User) tadi dapat memakai dan menggunakan berbagai jenis program tadi tanpa perlu menginstalnya cukup hanya dengan berbekal koneksi internet program tadi dapat berjalan di browser yang terdapat pada komputer mereka seperti Internet Explorer, Mozilla, Opera, Google Chrome, dan lain-lain.

Cloud computing tidak lama lagi akan menjadi realita, dan ini akan memaksa para IT professional untuk cepat mengadaptasi yang dimaksud dengan teknologi ini. Akibat dari keadaan sosial ekonomi yang terus mengalami revolusi yang sangat cepat sehingga melahirkan cloud computing, dimana teknologi ini dibutuhkan untuk kecepatan dan realibilitas yang lebih dari teknology yang sebelumnya sehingga teknologi ini nantinya akan mencapai pada tingkat investasi dalam term cloud service yang cepat dan mudah. Ada banyak kesempatan pada organisasi IT khususnya untuk mensosialisasikan cloud service. Banyak organisasi yang mencoba untuk menambahkan firut ini kepada infrastruktur yang mereka miliki sebelumnya untuk mengambil keuntungan dari “cloud bursting“; khususnya jika anda membutuhkan kapasitas ekstra atau ekstra aktifitas, anda dapat memanfaatkan cloud ketimbang melakukan investasi resource secara in-house. Development/test dan beberapa aktifitas yang mirip juga menjadi tempat yang bagus untuk cloud, memungkinkan anda untuk mengurangi pengeleluaran perkapita dan biaya data center yang terus meingkat dari sisi kecepatan dan uptime. Sedangkan perusahaan yang tidak segan segan untuk mengimplementasi teknologi cloud untuk data mereka dan menyimpan nya sebagai fasilitas mereka sendiri untuk memastikan kebijakan perusahaan tersimpan dengan baik tentunya akan lebih baik, sehingga memastikan proses komputerasisasi pada cloud sebagai sistem proses yang dibutuhkan akan lebih independen.

2. Sejarah Cloud Computing (Komputerisasi awan)

Cloud (Awan) adalah suatu istilah yang dipinjam dari telepon. Sampai tahun 1990an, sirkuit data (termasuk yang membawa lalu lintas internet) yang berkabel keras diantara tujuan. Kemudian perusahaan telepon long-haul mulai menawarkan jasa Virtual Private Network (VPN) atau Jaringan Maya Privat untuk komunikasi data. Perusahaan telepon memungkinkan menyediakan layanan yang berdasarkan VPN dengan jaminan bandwidth sebagai sirkuit yang diperbaiki dengan biaya yang lebih murah karena mereka dapat mengganti lalu lintas untuk menyeimbangkan penggunaan yang mereka lihat cocok. Sehingga penggunaan jaringan mereka secara keseluruhan lebih efektif. Sebagai hasil dari penyusunan ini, memungkinkan untuk menentukan dengan cepat dan tepat jalan mana yang akan dilalui. Simbol cloud (Awan) digunakan untuk menunjukkan tanggung jawab sebuah provider (penyedia layanan), dan Cloud Computing (Komputerisasi awan) memperluasnya untuk melindungi server sebaik infrastruktur jaringannya.

Hal yang mendasari konsep Cloud Computing (Komputerisasi awan) berawal tahun 1960 ketika John McCarthy berpendapat bahwa “Komputerisasi pada suatu saat akan diorganisasikan sebagai sebuah kebutuhan masyarakat”; tentu saja ini memberikan sebuah karakteristik dengan service bureaus yang berdiri sejak 1960an. Pada tahun 1997, definisi pertama akademis yang disediakan oleh Ramnath K. Chellappa yang menyebut ini “sebuah paradigma komputer dimana batas dari komputerisasi akan ditentukan oleh dasar pemikiran ekonomi dibandingkan dengan batasan teknis.” Hubungan Cloud (awan) telah sampai pada sebuah penggunaan komersial pada awal tahun 1990an untuk menunjuk kepada jaringan besar Asynchronous Transfer Mode (ATM).

Loudcloud, didirikan pada tahun 1999 oleh Marc Andreessen, yang merupakan salah satu dari yang pertama untuk memperdagangkan Cloud Computing (Komputerisasi awan) dengan sebuah infrastuktur sebagai sebuah model layanan. Pada abad ke-21, masa Cloud Computing (Komputerisasi awan) berawal dan muncul secara luas. Walaupun pandangan saat itu terfokus dan terbatas pada SaaS, yang disebut ASP’s atau Application Service Providers (Penyedia Layanan Aplikasi), pada istilah sehari-hari.
Pada awal tahun 2000, Microsoft memperluas konsep dari SaaS melalui sebuah pengembangan dari layanan web (web service). IBM memperinci konsep ini pada tahun 2001 pada Autonomic Computing Manifesto, yang mendeskripsikan ilmu pengetahuan tentang teknik seperti self-monitoring, self-healing, self-configuring, dan self-optimizing pada manajemen yang kompleks dari sistem IT dengan beraneka-ragam penyimpanan, server, aplikasi, jaringan, mekanisme keamanan, dan elemen sistem lainnya yang dapat di virtualisasikan melewati suatu perusahaan.

Amazon memainkan peranan penting dalam pembangunan Cloud Computing (Komputerisasi awan) dengan memodernisasi pusat data mereka setelah dot-com bubble, merupakan Jaringan Komputer yang paling disukai, ketika mengunakan sebagian kecil sebesar 10% dari kapasitas mereka pada suatu waktu meninggalkan ruangan untuk berlarian sekali-sekali. Menemukan bahwa Arsitektur Cloud (awan) yang baru dihasilkan pada efisiensi internal yang berpengaruh kecil dan nyata pada peningkatan pembangunan, cepat berpindah "two-pizza teams", dapat menambahkan fitur baru lebih cepat dan lebih mudah. Amazom mengawali penyediaan akses untuk sistem mereka melalui Amazon Web Services pada basis utility computing tahun 2005. Asal usul Karakteristik dari Amazon Web Services ditandai sebagai penyederhanaan yang berlebihan oleh kontributor teknis ke proyek Amazon Web Services.

Pada tahun 2007, Google, IBM, dan sejumlah universitas menaikkan secara besar-besaran proyek penelitian Cloud Computing (Komputerisasi awan). Pada pertengahan tahun 2008 Gartner melihat sebuah kesempatan untuk Cloud Computing (Komputerisasi awan) “untuk membentuk hubungan antara konsumen dari layanan IT dan yang mereka jual” dan melihat bahwa “Organisasi sedang berpindah aset dari perusahaan pemilik hardware (Perangkat Keras) dan software (Perangkat Lunak) untuk model layanan berbasis per-use (tiap penggunaan). Sehingga “memproyeksikan pergesaran ke Cloud Computing (Komputerisasi awan)… akan berdampak pada pertumbuhan dramatis pada produk IT pada beberapa area dan pengurangan yang signifikan pada area lain”.

3. Hubungan Cloud Computing (Komputerisasi awan) dengan Internet.

Layanan yang disediakan oleh Cloud Computing (Komputerisasi awan) dapat dibagi dalam tiga kategori utama Termasuk pada Internet :

1. Infrastructure-as-a-Service (IaaS) atau Infrastruktur sebagai suatu Jasa

Infrastructure-as-a-Service(IaaS) seperti Amazon Web Services (Jasa Web Amazon) menyediakan server maya dengan Alamat IP unik dan blok dari penyimpanan atas permintaan. Pelanggan diuntungkan dari satu API yang mana mereka dapat mengontrol server mereka. Karena pelanggan dapat membayar untuk sejumlah jasa mereka pergunakan secara tepat, seperti untuk membayar listrik atau air, jasa ini juga sering disebut utility computing. Contohnya seperti  Amazon Elastic Compute Cloud dan Simple Storage Service.

2. Platform-as-a-Service (PaaS) atau Platform sebagai suatu Jasa

Platform-as-a-Service (PaaS) adalah seperangkat alat lunak dan alat (tools) pembangunan yang disediakan pada server penyedia. Pengembang dapat menciptakan aplikasi mempergunakan API’nya penyedia. Google Apps adalah salah satu Platform yang paling terkenal sebagai satu penyedia Jasa. Pengembang harus memberi pemberitahuan bahwa apa disana belum dilakukan beberapa interoperability standards, sehingga beberapa penyedia tidak boleh mengijinkan kamu untuk mengambil aplikasi dan opsimu ini pada platform lain. hal ini memfokuskan pada aplikasi dimana dalam hal ini memungkinkan developer untuk tidak memikirkan hardware dan tetap fokus pada application development nya tanpa harus mengkhawatirkan operating system (sistem operasi), infrastructure scaling (skala infrastruktur) , load balancing (keseimbangan beban) dan lainnya. Contohnya : Force.com dan Microsoft Azure investment.

3. Software-as-a-Service (SaaS) atau Perangkat lunak sebagai suatu Jasa

Software-as-a-Service (SaaS) adalah pasar yang paling luas. Dalam hal ini penyedia mengijinkan pelanggan hanyalah untuk mempergunakan aplikasi ini. Perangkat lunak saling berinteraksi dengan pengguna melalui satu interface pemakai. Hal ini memfokuskan pada aplikasi dengan Web-based interface yang diakses melalui Web Service dan Web 2.0. Aplikasi ini dapat menjadi apapun dari web berdasarkan e-mail, ke aplikasi seperti Twitter, FaceBook, Last.fm, Google Apps, dan SalesForce.com.

4. Layer pada Cloud Computing (Komputerisasi awan)

1. Clients (klien)

Sebuah Klien awan (cloud client) terdiri dari perangkat keras komputer dan / atau perangkat lunak komputer yang mempercayakan pada Cloud Computing (Komputerisasi awan) untuk mengirimkan aplikasi, atau yang secara khusus didisain untuk pengiriman dari jasa awan (cloud services) dan ini, pada kasus lain, sebenarnya sia-sia tanpa ini. Antara lain:

  • Mobile (Linux based - Palm Pre-WebOS Linux Kernel, Android-Linux Kernel, iPhone-Darwin Linux Kernel, Microsoft based - Windows Mobile)
  • Thin client (CherryPal, Wyse, Zonbu, gOS-based systems)
  • Thick client / Web browser (Internet Explorer, Mozilla Firefox, Google Chrome, WebKit)


2. Application (aplikasi)

Sebuah aplikasi awan (Cloud Application) mempengaruhi Cloud Computing (Komputerisasi awan) pada arsitektur perangkat lunak (software), sering menghilangkan kebutuhan untuk menginstal dan menjalankan aplikasi pada pengguna komputer (user) sendiri, dengan demikian mengurangi beban dari pemeliharaan perangkat lunak, operasi berkelanjutan, dan dukungan. Antara lain:

·         Peer-to-peer / volunteer computing (BOINC, Skype)
·         Web applications (Webmail, Facebook, Twitter, YouTube)
·         Security as a service (MessageLabs, Purewire, ScanSafe, Zscaler)
·         Software as a service (A2Zapps.com, Google Apps, Salesforce,Learn.com, Zoho, BigGyan.com)
·         Software plus services (Microsoft Online Services)
·         Storage [Distributed]
·         Content distribution (BitTorrent, Amazon CloudFront)
·         Synchronisation (Dropbox, Live Mesh, SpiderOak, ZumoDrive)

3. Platform

Suatu platform awan (cloud platform) (PaaS) mengantarkan sebuah platform komputasi dan / atau solusi tumpukan (solution stack) sebagai satu jasa, umumnya menggunakan infrastruktur awan (cloud infrastructure) dan aplikasi pendukung awan (supporting cloud applications). Hal ini memudahkan penyebaran aplikasi tanpa biaya dan kompleksitas dari pembelian dan mengatur perangkat keras dasar dan lapisan perangkat lunak. Antara lain :

·         Services
·         Identity (OAuth, OpenID)
·         Payments (Amazon Flexible Payments Service, Google Checkout, PayPal)
·         Search (Alexa, Google Custom Search, Yahoo! BOSS)
·         Real-world (Amazon Mechanical Turk)
·         Solution stacks
·         Java (Google App Engine)
·         PHP (Rackspace Cloud Sites)
·         Python Django (Google App Engine)
·         Ruby on Rails (Heroku)
·         NET (Azure Services Platform, Rackspace Cloud Sites)
·         Proprietary (Force.com, WorkXpress, Wolf Frameworks)
·         Storage [Structured]
·         Databases (Amazon SimpleDB, BigTable)
·         File storage (Centerra Blades,Amazon S3, Nirvanix, Rackspace Cloud Files)
·         Queues (Amazon SQS)

4. Infrastructure

Infrastruktur awan (Cloud infrastructure) (IaaS) adalah pengiriman dari infrastruktur komputer, yang secara khusus pada suatu platform lingkungan virtualisasi, sebagai satu jasa. Antara lain :

·         Compute (Amazon CloudWatch, RightScale)
·         Physical machines
·         Virtual machines (Amazon EC2, GoGrid, iland, Rackspace Cloud Servers)
·         OS-level virtualisation
·         Network (Amazon VPC)
·         Storage [Raw] (Amazon EBS)

5. Servers

Lapisan server terdiri dari perangkat keras komputer dan / atau produk perangkat lunak komputer yang terperinci didisain untuk pengiriman dari jasa awan (cloud services). Seperti : Fabric computing (Cisco UCS)
Cloud Services (Layanan Awan) = Pengguna dan produk bisnis, layanan dan solusi yang dikirim dan digunakan pada waktu yang real-time melalui jaringan Internet.

Cloud Computing (Komputerisasi Awan) = sesuatu yang muncul setelah pengembangan IT, penyebaran dan model pengiriman, memungkinkan pengiriman produk secara real-time, pelayanan dan solusi-solusi melalui jaringan internet (dengan kata lain memungkinkan Cloud Service).


Untuk beberapa tahun Kedepannya teknologi Cloud Computing (Komputerisasi awan) akan berkembang secara pesat seiring dengan kemajuan teknologi yang didukung oleh perusahaan besar seperti IBM, Google, Microsoft, Yahoo, Amazon, dan lain-lain sehingga proses pengiriman dan penerimaan data menjadi lebih baik sehingga setiap orang dapat menikmati layanan internet dengan Cepat dan Murah.

Referensi  :

Judul
Membuat Sendiri Cloud Computing Server Menggunakan Open Source 
No. ISBN
9792931805
Penulis
-
Penerbit
Andi Publisher
Tanggal terbit
2012-06-00
Jumlah Halaman
23
Berat Buku
-
Jenis Cover
Soft Cover 
Dimensi(L x P)
-
Kategori
Internet 
Berat
17 gram
Text Bahasa
Indonesia
Lokasi Stok
-


Sinopsis Buku:

Cloud computing merupakan sebuah model komputasi / computing, dimana sumber daya seperti processor / computing power, storage, network, dan software menjadi abstrak dan diberikan sebagai layanan di jaringan / internet menggunakan pola akses remote. Buku ini membahas teknik pembuatan dan pengoperasian cloud computing khusus-nya yang dikenal sebagai “infrastructur as a service” (iaas) dimana pelanggan cloud akan memperoleh server sendiri untuk masing-masing pelanggan.

Teknik Cloud Computing jelas akan memberikan solusi pada saat

• Server overload dan kita ingin mengupgrade server dengan cepat.

• Di sebuah laboratorium komputer yang membutuhkan banyak server untuk berexperimen atau mendukung banyak siswa / mahasiswa yang ingin melakukan tugas akhir dengan berbagai topik.

• Di sebuah kantor / organisasi yang masing-masing bagian membutuhkan server sendiri.

• Sebuah sistem yang membutuhkan reliabilitas tinggi dan membutuhkan server redundan seperti Disaster Recovery Server.

• Sebuah sistem yang aman dengan backup periodik. Ini sangat bermanfaat pada sistem-sistem di Internet yang mungkin rusak karena serangan cracker.

Secara teknis sebenarnya yang di didapat oleh pelanggan cloud hanyalah sebuah server virtual pada server-server fisik yang dimiliki penyedia layanan. Setelah Server virtual tersedia di cloud, user akan diberikan kebebasan apakah mau menginstalasi sebagai web server, mail server, DNS server dll. Hal ini sama seperti server biasa pada umumnya. Semoga buku ini dapat memberikan semangat dan inspirasi bagi teman-temen di Indonesia untuk mulai mengoperasikan cloud di institusinya masing-masing

Sumber :
http://en.wikipedia.org/wiki/Cloud_computing
http://www.internetnews.com/software/article.php/3775346
http://www.wikinvest.com/concept/Cloud_Computin
http://www.bukabuku.com/browse/bookdetail/2010000013427/membuat-sendiri-cloud-computing-server-menggunakan-open-source.html
Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!