Selasa, 19 November 2013


1. Pengertian Jaringan Nirkabel

Teknologi jaringan nirkabel sebenarnya terbentang luas mulai dari komunikasi suara sampai dengan jaringan data, yang mana membolehkan pengguna untuk membangun koneksi nirkabel pada suatu jarak tertentu. Ini termasuk teknologi infrared, frekuensi radio dan lain sebagainya. Peranti yang umumnya digunakan untuk jaringan nirkabel termasuk di dalamnya adalah komputer, komputer genggam, PDA, telepon seluler, tablet PC dan lain sebagainya. Teknologi nirkabel ini memiliki kegunaan yang sangat banyak. Contohnya, pengguna bergerak bisa menggunakan telepon seluler mereka untuk mengakses e-mail. Sementara itu para pelancong dengan laptopnya bisa terhubung ke internet ketika mereka sedang di bandara, kafe, kereta api dan tempat publik lainnya. Di rumah, pengguna dapat terhubung ke desktop mereka (melalui bluetooth) untuk melakukan sinkronisasi dengan PDA-nya.



2. Sejarah

Kali ini saya akan share tentang sejarah jaringa nikabel Dalam beberapa tahun terakhir telah terjadi proliferasi jaringan nirkabel. Hal ini disebabkan beberapa alasan, seperti gaya hidup saat ini, kebutuhan untuk mempertahankan konektivitas ke jaringan lokal atau Internet terus menerus, dukungan untuk mobilitas, fleksibilitas, dll.Munculnya jaringan nirkabel menawarkan banyak keuntungan selain yang dilaporkan sebelumnya. 

Diantaranya adalah kompatibilitas dengan jaringan kabel yang ada, kemudahan instalasi, pengurangan biaya, kemudahan manajemen, skalabilitas, kemampuan untuk melintasi hambatan fisik, dll. Tapi keberadaannya merupakan hasil kerja jauh lebih mudah untuk memahami bagaimana kita punya jaringan WI-FI saat ini, lebih baik kita ke sumber komunikasi nirkabel.Asal Usul komunikasi nirkabelUntuk berbicara tentang sejarah jaringan nirkabel 1880 kita mengambang di tahun ini, dan musim panas Tainter Graham Bell menemukan perangkat komunikasi nirkabel pertama, foto-telepon. Foto-ponsel memungkinkan transmisi suara melalui emisi cahaya, tetapi tidak terlalu berhasil karena pada waktu itu belum disalurkan lampu listrik dan lampu pertama kali ditemukan tahun sebelumnya.Diagram fungsional dari foto-teleponPada tahun 1888 fisikawan Jerman Rudolf Hertz membuat transmisi nirkabel pertama dengan gelombang elektromagnetik oleh osilator digunakan sebagai pemancar resonator dan bermain penerima. Enam tahun kemudian, gelombang radio dan alat komunikasi. Pada tahun 1899 Guglielmo Marconi komunikasi nirkabel berhasil melewati Selat Inggris antara Dover dan Wilmereux dan, pada tahun 1907, pesan lengkap pertama ditransmisikan melintasi Atlantik. 

Selama Perang Dunia II ledakan penelitian di bidang ini.LAN nirkabel PertamaIa tidak sampai tahun 1971 ketika sekelompok peneliti di bawah pimpinan Norman Abramson, University of Hawaii, menciptakan paket sistem switching pertama melalui jaringan radio komunikasi, jaringan disebut ALOHA. Ini adalah jaringan area lokal nirkabel pertama (WLAN), terdiri dari tujuh komputer yang terletak di pulau yang berbeda yang dapat berkomunikasi dengan komputer pusat yang diminta untuk melakukan perhitungan. Salah satu masalah pertama yang Anda miliki dan jenis baru jaringan diciptakan akses media kontrol (MAC), yaitu protokol untuk stasiun yang berbeda menyimpan pesan mereka saling tumpang tindih. Pada awalnya diselesaikan dengan membuat stasiun mengeluarkan flash dalam frekuensi yang berbeda dari sisa komputer sementara dia bebas, sehingga ketika salah satu stasiun lain adalah tentang untuk lulus, sebelum "mendengarkan" dan memastikan bahwa tanaman itu memancarkan sinyal ini, kemudian mengirim pesan Anda, ini dikenal sebagai CSMA (Carrier Sense Multiple Access)



3. Perkembangan Jaringan Nirkabel

Teknologi komunikasi seakan benda hidup yang selalu tumbuh dan berkembang tiada titik jenuh untuk mengalami peningkatan dari waktu ke waktunya. Dimulai dari alat yang tradisional untuk berkomunikasi seperti surat dan telegram lama-kelamaan beralih ke benda yang dikenal dengan telepon. Sepertinya manusia juga tak pernah puas untuk mengembangkan kemampuannya, muncullah benda yang lebih mutakhir dan dapat mempermudah segala proses komunikasi dengan orang lain seperti benda kecil dan ringan yang ada dalam genggaman kita yang dapat dibawa kemana saja yaitu handphone atau telepon seluler.

Kalau diingat-ingat lagi dulu di sepanjang jalan berderet telepon umum atau wartel, tapi sekarang semenjak kehadiran telepon seluler semua sarana tersebut sudah tidak digunakan lagi karena kebanyakan orang sudah beralih pada ‘si mungil’ lengkap dengan teknologi wirelessnya. Wireless (teknologi berbasis gelombang radio) inilah yang menjadikan telepon seluler menjadi alat penyalur informasi tanpa menggunakan kabel. Wirelessadalah teknologi yang tidak lagi menggunakan kabel. Coba bayangkan kalau kita masih menggunakan telepon kabel? Akankah kita kemana-mana membawa telepon beserta kabelnya? Atau dapatkah kita menghubungi kerabat kita jika kita berada di puncak gunung tanpa harus membawa sambungan kabel?

Telepon genggam juga tidak luput dari perkembangan, dimulai dari Advanced Mobile Phone Services(AMPS) menjadi generasi pertama (1G) yang diciptakan dan diujicobakan di awal tahun 1980an. AMPS merupakan teknologi yang ditujukan untuk layanan telepon selular karena menggunakan energi yang lebih sedikit, akses lebih cepat, dan menggunakan kembali frekuensi pada bandwidthyang sesuai. Untuk base stasion receiving AMPS bekerja di frekuensi 800 MHz, 821 – 849 MHz sedangkan  base station transmitting pada 869 – 894 MHZ. Namun sayang, para ahli tidak memperkirakan permintaan pasar yang tinggi terhadap teknologi ini. Pengguna semakin banyak namun frekuensi tidak dapat bertambah, akibatnya banyak pengguna yang kesulitan mendapatkan sinyal dan malah selalu mendapat sinyal sibuk terutama di daerah metropolitan karena AMPS masih menggunakan teknologi analog.

Selanjutnya berkembang frequency division multiple access (FDMA) yang menggunakan teknologi akses ganda (multiple acsess technologies) dimana membagi spektrum gelombang sehingga masing-masing pengguna diberikan frekuensi tertentu. FDMA memang fungsional dalam teknologi telepon seluler tapi dianggap tidak efisien dalam menggunakan spektrum karena satu pengguna memakan satu slot frekuensi selama melakukan panggilan. Selanjutnya FDMA lebih digunakan dalam gelombang mikro dan transmisi satelit saja dan digantikan oleh teknologi TDMA (Time Division Multiple Access) yang dapat menggunakan frekuensi yang lebih besar. Pengguna dipisahkan berdasarkan waktu panggilan. Jika dalam FDMA spektrum gelombang dibagi ke dalam kanal-kanal frekuensi yang di setiap kanal dibagi lagi menjadi slot waktu sekitar 10 m/s. Di TDMA, data dari setiap hubungan komunikasi itu akan diubah ke dalam format digital lalu data cuplikan tersebut mendapat slot waktu pengiriman pada kanal sekitar 30 m/s. Dengan kemampuan ini, TDMA dapat melayani pengguna tiga sampai lima kali lipat lebih banyak daripada FDMA. TDMA biasanya digunakan pada jaringan GSM (Global System for Mobile Communication) dimana penggunanya dapat bepergian dari satu negara ke negara lainnya tanpa khawatir mengalami masalah koneksi telepon seluler.

Meskipun GSM sebenarnya dianggap sudah canggih namun, ada kesenjangan antara Eropa dan Amerika dalam mengembangkan aplikasi nirkabel. Amerika Serikat tidak ingin mengaplikasikan GSM karena sindrom NIH (not invented here). Semakin berkembang lagi, dikenal istilah General Packet Radio Service atau GPRS yang memungkinkan pengiriman dan penerimaan data lebih cepat dan bandwidthyang besar daripada teknologi Circuit Switch Data atau CSD dengan biaya yang lebih murah. GPRS berbasis pada GSM dan menyediakan konektivitas internet dari telepon seluler. Komponen-komponen utama jaringan GPRS adalah GGSN yang menghubungkan jaringan GSM ke jaringan internet, SGSN sebagai penghubung jaringan BSS/BTS ke jaringan GPRS serta PCU yaitu komponen di level BSS yang menghubungkan terminal ke jaringan GPRS, EDGE atau Enhanced Data rates for GSM Environment, adalah teknologi pengembangan dari teknologi GSM dan GPRS. Dari segi jaringan intinya, EDGE dan GPRS menggunakan peralatan dan protokol yang sama namun, hanya berbeda dari segi radio aksesnya saja. Teknologi ini menyampaikan data dengan cepat, berkisar sampai 384 kbps dan menawarkan bandwidth yang berbeda sesuai dengan permintaan.

Di sisi lain, teknologi akses ganda yang dianggap paling canggih saat ini adalah code division multiple access (CDMA) yang dikembangkan oleh Qualcomm. Awalnya dirancang untuk alat komunikasi kemiliteran seperti untuk komunikasi yang aman dan rahasia di medan perang. Prinsip dari CDMA adalah meskipun pengguna berada dalam segmen waktu dan frekuensi yang sama (tidak dibagi ke dalam kanal), namun setiap pengguna dibedakan dengan kode-kode orthogonaltertentu yang sifatnya untik dan khas. Diibaratkan kita berada dalam keramaian dimana semua orang berbicara dalam waktu yang sama. Namun hanya kita dan teman kita saja yang bahasanya sama, jadi kita tetap dapat leluasa berbicara tanpa merasa terganggu dengan keramaian yang ada. Dengan kata lain, pengguna CDMA hanya dapat menerima sinyal dari orang yang dituju. CDMA memiliki kapasitas pengguna lima sampai tujuh kali lebih besar daripada TDMA dan dua puluh lima kali lebih besar daripada FDMA dengan bandwidth yang sama.



4. Jenis – jenis Jaringan Nirkabel

Sama halnya seperti jaringan yang berbasis kabel, maka jaringan nirkabel dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa tipe atau Jenis – jenis yang berbeda berdasarkan pada jarak dimana data dapat ditransmisikan.

--Wireless Wide Area Networks (WWANs)--
Teknologi WWAN memungkinkan pengguna untuk membangun koneksi nirkabel melalui jaringan publik maupun privat. Koneksi ini dapat dibuat mencakup suatu daerah yang sangat luas, seperti kota atau negara, melalui penggunaan beberapa antena atau juga sistem satelit yang diselenggarakan oleh penyelenggara jasa telekomunikasinya. Teknologi WWAN saat ini dikenal dengan sistem 2G (second generation). 

Inti dari sistem 2G ini termasuk di dalamnya Global System for Mobile Communications (GSM), Cellular Digital Packet Data (CDPD) dan juga Code Division Multiple Access (CDMA). Berbagai usaha sedang dilakukan untuk transisi dari 2G ke teknologi 3G (third generation) yang akan segera menjadi standar global dan memiliki fitur roaming yang global juga. ITU juga secara aktif dalam mempromosikan pembuatan standar global bagi teknologi 3G.


--Wireless Metropolitan Area Networks (WMANs)--
Teknologi WMAN memungkinkan pengguna untuk membuat koneksi nirkabel antara beberapa lokasi di dalam suatu area metropolitan (contohnya, antara gedung yang berbeda-beda dalam suatu kota atau pada kampus universitas), dan ini bisa dicapai tanpa biaya fiber optic atau kabel tembaga yang terkadang sangat mahal. Sebagai tambahan, WMAN dapat bertindak sebagai backup bagi jaringan yang berbasis kabel dan dia akan aktif ketika jaringan yang berbasis kabel tadi mengalami gangguan. WMAN menggunakan gelombang radio atau cahaya infrared untuk mentransmisikan data. 

Jaringan akses nirkabel broadband, yang memberikan pengguna dengan akses berkecepatan tinggi, merupakan hal yang banyak diminati saat ini. Meskipun ada beberapa teknologi yang berbeda, seperti multichannel multipoint distribution service (MMDS) dan local multipoint distribution services (LMDS) digunakan saat ini, tetapi kelompok kerja IEEE 802.16 untuk standar akses nirkabel broadband masih terus membuat spesifikasi bagi teknologi-teknologi tersebut.


--Wireless Local Area Networks (WLANs)--
Teknologi WLAN membolehkan pengguna untuk membangun jaringan nirkabel dalam suatu area yang sifatnya lokal (contohnya, dalam lingkungan gedung kantor, gedung kampus atau pada area publik, seperti bandara atau kafe). WLAN dapat digunakan pada kantor sementara atau yang mana instalasi kabel permanen tidak diperbolehkan. Atau WLAN terkadang dibangun sebagai suplemen bagi LAN yang sudah ada, sehingga pengguna dapat bekerja pada berbagai lokasi yang berbeda dalam lingkungan gedung. WLAN dapat dioperasikan dengan dua cara. Dalam infrastruktur WLAN, stasiun wireless (peranti dengan network card radio atau eksternal modem) terhubung ke access point nirkabel yang berfungsi sebagai bridge antara stasiun-stasiun dan network backbone yang ada saat itu. 

Dalam lingkungan WLAN yang sifatnya peer-to-peer (ad hoc), beberapa pengguna dalam area yang terbatas, seperti ruang rapat, dapat membentuk suatu jaringan sementara tanpa menggunakan access point, jika mereka tidak memerlukan akses ke sumber daya jaringan.Pada tahun 1997, IEEE meng-approve standar 802.11 untuk WLAN, yang mana menspesifikasikan suatu data transfer rate 1 sampai 2 megabits per second (Mbps). Di bawah 802.11b, yang mana menjadi standar baru yang dominan saat ini, data ditransfer pada kecepatan maksimum 11 Mbps melalui frekuensi 2.4 gigahertz (GHz). Standar yang lebih baru lainnya adalah 802.11a, yang mana menspesifikasikan data transfer pada kecepatan maksimum 54 Mbps melalui frekuensi 5 GHz.


--Wireless Personal Area Networks (WPANs)--
Teknologi WPAN membolehkan pengguna untuk membangun suatu jaringan nirkabel (ad hoc) bagi peranti sederhana, seperti PDA, telepon seluler atau laptop. Ini bisa digunakan dalam ruang operasi personal (personal operating space atau POS). Sebuah POS adalah suatu ruang yang ada disekitar orang, dan bisa mencapai jarak sekitar 10 meter. Saat ini, dua teknologi kunci dari WPAN ini adalah Bluetooth dan cahaya infra merah. Bluetooth merupakan teknologi pengganti kabel yang menggunakan gelombang radio untuk mentransmisikan data sampai dengan jarak sekitar 30 feet. 

Data Bluetooth dapat ditransmisikan melewati tembok, saku ataupun tas. Teknologi Bluetooth ini digerakkan oleh suatu badan yang bernama Bluetooth Special Interest Group (SIG), yang mana mempublikasikan spesifikasi Bluetooth versi 1.0 pada tahun 1999. Cara alternatif lainnya, untuk menghubungkan peranti dalam jarak sangat dekat (1 meter atau kurang), maka user bisa menggunakan cahaya infra merah.Untuk menstandarisasi pembangunan dari teknologi WPAN, IEEE telah membangun kelompok kerja 802.15 bagi WPAN. Kelompok kerja ini membuat standar WPAN, yang berbasis pada spesifikasi Bluetooth versi 1.0. Tujuan utama dari standarisasi ini adalah untuk mengurangi kompleksitas, konsumsi daya yang rendah, interoperabilitas dan bisa hidup berdampingan dengan jaringan 802.11.


Referensi  :



Judul
Optimalisasi Jaringan Komputer Kabel & Nirkabel
No. ISBN
9792931678
Penulis
-
Penerbit
Andy Publisher
Tanggal terbit
00 - 09 - 2012
Jumlah Halaman
152
Berat Buku
-
Jenis Cover
Soft Cover 
Dimensi(L x P)
-
Kategori
Jaringan
Bonus
Text Bahasa
Indonesia
Lokasi Stok
-


Sinopsis Buku:

Tujuan utama pembuatan sebuah jaringan komputer adalah untuk transfer informasi dan saling berbagi sumber daya (resource sharing) sehingga dapat menghapus masalah jarak antarkom¬puter. Selain itu, keuntungan yang bisa diperoleh dengan menggunakan jaringan komputer antara lain berkaitan dengan ketahanan data. Artinya adalah data dapat disalin ke komputer lain dan dikumpulkan dalam satu kom-puter sehingga data dapat diorganisasi lebih teratur.Risiko data tersebut hilang atau tercecer pada komputer lainnya juga dapat dicegah. Oleh karenanya, topik berkaitan dengan optimalisasi jaringan komputer merupakan hal yang penting sehingga akan menjamin peng¬gunaan jaringan komputer secara maksimal.

Buku Top Tips dan Trik Optimalisasi Jaringan Komputer ini secara praktis akan membahas berbagai tips bermanfaat yang bisa Anda terapkan pada sebuah jaringan komputer, baik yang menggunakan kabel atau nirkabel. Dengan menerapkan tips berikut, diharapkan pe¬manfaatan jaringan komputer akan lebih maksimal.

Lebih lengkap, buku ini akan membahas:

• Optimalisasi Jaringan Kabel.

• Optimalisasi Jaringan Wireless.

• Optimalisasi Menggunakan Software Jaringan.


Sumber :

www.sony-ak.com
http://www.bukabuku.com/browse/bookdetail/2010000003220/top-tips-trik-optimalisasi-jaringan-komputer-kabel-nirkabel.html
http://bineribiner.blogspot.com/2012/09/perkembangan-jaringan-nirkabel.html
Categories:

0 komentar:

Posting Komentar

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!